Saturday, July 24, 2010

Tok Pawang

Peran PAWANG Bagi Orang Melayu Sumatera Utara Bagian Timur

Batasan mengenai siapa itu Melayu acapkali saling tumpang tindih dan salah kaprah, hal ini terjadi karena adanya pengertian Melayu berdasarkan Bahasa, Ras, Etnis/Puak, atau ada juga berdasarkan religi, yaitu Melayu sama dengan Islam.

Setelah pusat imperium melayu berada di Malaka 1400 M dan Parameshwara di"Islam"kan dari Pasai maka sejak itu terbentuk suatu citra jati diri Etnis Melayu baru yang tidak terikat kepada faktor genekologis (pertautan darah) namun dipersatukan oleh faktor Adat Resam, Islam, dan Bahasa.

Melayu Sumatera Timur adalah Orang yang dipersatukan oleh faktor-faktor Adat Resam, Islam, dan Bahasa Melayu di wilayah Tamiang (masuk dalam wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara), beberapa tempat di Sumatera Utara seperti Langkat, Deli, Serdang, Batubara, Asahan, Kualuh, Panai, Bilah, Bedagai, Tebing Tinggi, dan bahagian Riau seperti Siak Sri Indrapura. Orang Melayu Sumatera Timur terkenal sangat spiritual hidupnya, sehingga fungsi Tok Pawang menempati kedudukan yang penting.

Tok Pawang bagi Orang Melayu Sumatera Timur adalah seseorang yang mempunyai talenta supranatural yang difungsikan dalam setiap mobilitas kehidupan Orang Melayu. Memindahkan hujan, memindahkan makhluk halus, meminak ikan, dan lain sebagainya.

Dalam Masyarakat Melayu Sumatera Timur, Pawang; Tukang Ceritera; Tuan Guru; mempunyai arti yang bisa disamakan dengan Tok Bomo (Dukun).

Dalam Ritual Jamu Laut, Tulak Bala, dan Tari Lukah misalnya, pemimpin ritual disebut Tok Pawang. Sedangkan dalam Ritual Mandi Berminyak disebut Tuan Guru atau Orang Pintar.

Kata Dukun sendiri, bagi Orang Melayu Sumatera Timur sering ditabalkan untuk Dukun Patah (tabib spesialis tulang), Dukun Urut, Tukang Kusuk (pemijat) atau Dukun Beranak (Bidan tradisional).

Di perkampungan yang sudah ada bidan, terkadang dukun beranak masih tetap difungsikan karena diyakini bahwa dukun beranak mempunyai kemahiran ganda yaitu membantu persalinan dan juga menguasai ilmu ghaib. Diyakini bahwa perempuan yang akan dan sedang menjalani persalinan sering diganggu oleh makhluk gaib. Dukun Beranak membuat Buhul atau memotong dan menyimpul tali pusat bayi lelaki dengan bilangan 7 dan bayi perempuan dengan bilangan 6 sebagai syarat tuah.

PAWANG JAMU LAUT

Nelayan Melayu Sumatera Timur sangat percaya akan kekuatan gaib yang ada di laut dapat mempengaruhi hasil tangkapannya. Orang yang mampu bernegosiasi dengan jembalang laut dan mambang laut (makhluk gaib di laut) adalah Tok Pawang Jamu Laut.

Seseorang menjadi Tok Pawang Jamu Laut merupakan profesi turun temurun yang kabarnya tidak bisa terelakkan, jika tidak ingin kena fuaka. Tok Pawang biasanya sudah berusia lanjut, mengetahui silsilah kampung makhluk dan prosesi jamu laut serta wajib memahami siroh nabi dan aksara arab gundul. Tok Pawang sangat disegani dilingkungan masyarakat nelayan Melayu Sumatera Timur karena selain mampu "mendongkrak" hasil tangkapan ikan, ia juga diyakini dan terbukti mampu memerintahkan makhluk gaib yang ada dilaut untuk menyembunyikan ikan-ikan yg ada dilaut.

PAWANG MANDI BERMINYAK

Dalam ritual mandi berminyak, Tok Pawang disebut Tuan Guru atau Orang Pintar yang merupakan profesi warisan juga. Ritual ini berhubungan dengan kesaktian, kekebalan atau beladiri hingga Tuan Guru adalah sosok yang piawang dalam ilmu beladiri atau kesaktian melayu.

PAWANG TARI LUKAH

Sewaktu pertunjukan ritual tari lukah, Tok Pawang menyanyikan mantera sehingga seorang pawang tari lukah mesti berbakat berlagu. Sewaktu ia mendendangkan mantera, ia dapat membuat hadirin trance, kesurupan, seiring musik yg mengiringi. Pawang Selalu menetapkan waktu yang sesuai untuk melakukan pertunjukan. Ia menguasai pemahaman makna 30 nama hari berdasarkan perjalanan bulan. Sehingga tari lukah ditetapkan pada hari baik sesuai almanak yang dipahami Tok Pawang.

PAWANG TULAK BALA

Biasanya Tok Pawang Tulak Bala dalam sebuah ruwatan kampung tidak satu orang. Mereka bersama-sama mempersiapkan ritual dan berkolaborasi bengan perbedaan kemampuan dan kepahamannya masing-masing. Pada umumnya mereka memahami dengan baik ilmu-ilmu persulukan.


Dari: M. Muhar Omtatok


0 comments:

Post a Comment



Jika anda memiliki akun di facebook, silahkan klik tombol FOLLOW THIS NETWORK di atas, atau klik di sini. Jika diminta, loginlah seperti biasa. Lalu klik tombol FOLLOW. Tunggu beberapa saat sampai notifikasi kofirmasi muncul, saat mana anda dapat segera logout. Satu klik dari anda sangat berarti bagi blog ini. Atas semua sumbangsih yang telah diberikan, tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesarnya



KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT DAFTAR SELURUH ARSIP