Thursday, February 25, 2010

Siapa Agaknya Orang Melayu Itu?

Melayu secara puak (etnis, suku) bukan dilihat dari faktor genekologi seperti kebanyakan puak-puak lain. Di Malaysia, orang tetap mengaku berpuak Melayu walau sesungguhnya nenek moyang mereka berasal dari Jawa, Mandailing, Bugis, Keling dan lain sebagainya. Di beberapa tempat di Sumatera Utara bahkan ada komunitas-komunitas keturunan Batak yang mengaku Orang Kampong - Puak Melayu.

Ini semua karena mereka merasa diikat oleh kesamaan agama yaitu Islam, bahasa dan adat resam Melayu. Orang Melayu memegang filsafat: “Berturai, Bergagan, Bersyahadat”.


Berturai

Maknanya memiliki sopan santun, baik bahasa dan perbuatan serta memegang teguh adat resam. Menghargai orang yang datang, serta menerima pembaharuan tamaddun yang senonoh.

“Usul menunjukkan asal,
Bahasa menunjukkan bangsa.
Taat pada petuah,
Setia pada sumpah,
Mati pada janji,
Melarat karena budi.
Hidup dalam pekerti,
Mati dalam budi.”

“Tak cukup telapak tangan, nyiru kami tadahkan”.

“Apabila meraut selodang buluh

Siapkan lidi buang miangnya
Apabila menjemput orang jauh
Siapkan nasi dengan hidangnya.”

“Sekali air bah, sekali tepian berubah”.

Bergagan
Bermakna keberanian dan kesanggupan menghadapi tantangan, harga diri dan kepiawaian.

“Kalau sudah dimabuk pinang,
Daripada ke mulut biarlah ke hati
Kalau sudah maju ke gelanggang
Berpantang surut biarlah mati.
Bermula dari hulu, haruslah berujung pula ke hilir”.

“Apa tanda si anak melayu

matinya ditengah gelanggang
tidurnya di puncak gelombang
makannya di tebing panjang
langkahnya menghentam bumi
lenggangnya menghempas semak
tangisnya terbang kelangit
esaknya ditelan bumi
yang tak kenalkan airmata
yang tak kenalkan tunduk kulai”.


Bersyahadat
Artinya orang Melayu baru disebut Melayu jika sudah mengucap kalimat syahadat, yaitu mengakui Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Rasul panutan. Anak Melayu lebih dahulu diperkenalkan mengaji al Qur’an, baru mengenal ilmu pengetahuan yang lain. Kata “Laailaha Illallah Muhammadarosulullah” sebagai gerbang keislaman, selalu dipakai orang Melayu dalam berbagai amalan, karena melayu percaya bahwa semua amalan akan tidak tertolak dalam pemahaman Islam jika mengucap Laailaha Illallah Muhammadarosulullah. Oleh sebasb itu jika seorang anak berkelakuan menyimpang dari kaidah yang diatur, maka ia disebut: “Macam anak siarahan, atau macam anak tak disyahadatkan!”

Bergantung kepada yang satu, berpegang kepada yang Esa.

“untuk apa meramu samak
kalau tidak dengan pangkalnya
untuk apa berilmu banyak
kalau tidak dengan amalnya”.

“Budak jambi sedang menampi
Alahai budak tinggal sanggulnya
Banyak jampi perkara jampi
Allah jua letak kabulnya”.


Jadi Melayu adalah orang atau bangsa yang “Beragama Islam, beradat resam Melayu dan Berbahasa Melayu”.


Karena ikatan Islam itulah, orang melayu yang masih berpegang pada konsep tradisi, namun akan takut jika tidak disebut Islam.



Oleh: Muhar Omtatok


4 comments:

Post a Comment



Jika anda memiliki akun di facebook, silahkan klik tombol FOLLOW THIS NETWORK di atas, atau klik di sini. Jika diminta, loginlah seperti biasa. Lalu klik tombol FOLLOW. Tunggu beberapa saat sampai notifikasi kofirmasi muncul, saat mana anda dapat segera logout. Satu klik dari anda sangat berarti bagi blog ini. Atas semua sumbangsih yang telah diberikan, tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesarnya



KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT DAFTAR SELURUH ARSIP